Senin, 26 September 2016

Gemuk Akibat Pola Tidur Yang Salah

Selain olahraga, tidur berperan penting dalam program penurunan berat badan. Berikut ini adalah beberapa kebiasaan tidur yang dapat membuat bobot malah melonjak.

Hasil gambar untuk gemuk akibat pola tidur
  1. Kualitas tidur rendah
    Kualitas tidur rendah terjadi bila Anda sering terbangun di malam hari dan tidur siang terganggu walau Anda tidur tepat waktu. Kualitas tidur yang buruk juga bisa membuat seseorang menjadi cepat gemuk. Kualitas tidur seperti ini bisa disebabkan oleh kecemasan, stres, dan yang lainnya. Agar tidur lebih berkualitas, sebaiknya cobalah untuk merasa rileks sebelum Anda tidur. Matikan ponsel atau segala bentuk alat elektronik. Cobalah untuk melakukan meditasi singkat.
  2. Tidur bukan prioritas
    Banyak orang meremehkan waktu tidur mereka dan lebih memilih melakukan kegiatan lain daripada tidur. Padahal, kurang tidur juga bisa membuat orang lebih cepat gemuk. Sebuah penelitian menunjukan bahwa orang yang kurang tidur cenderung mengonsumsi lebih banyak kalori dibandingkan dengan orang yang cukup tidur. Jika Anda terbiasa kurang tidur, Anda juga akan terbiasa mengonsumsi lebih banyak kalori yang membuat cepat gemuk.
  3. Bangun terlalu siang
    Kalau Anda termasuk orang yang suka bangun siang, maka segeralah ubah kebiasaan buruk tersebut. Sebaiknya biasakan diri Anda untuk senantiasa bangun dipagi hari dan lakukanlah olahraga yang ringan agar Anda tak merasa ngantuk dan bangun kesiangan serta usahakan untuk tidur lebih awal.
  4. Kebiasaan mengemil sebelum tidur
    Kebiasaan mengkonsumsi makanan atau mengemil dimalam hari adalah kebiasaan yang buruk. Banyak orang yang memiliki kebiasaan untuk ngemil sebelum tidur. Mereka menjadi tidak bisa tidur apabila belum makan makanan ringan. Membiarkan kebiasaan semacam ini sudah tentu akan membuat Anda cepat gemuk sekaligus menyebabkan kebiasaan yang tak sehat karena kalori yang dikonsumsi setiap hari menjadi berlebihan.
Apakah Anda termasuk kedalam seseorang yang sering melakukan kesalahan di atas? Segera perbaiki saat ini juga. Cobalah untuk selalu memperhatikan kualitas dan waktu tidur Anda, jangan ngemil sebelum tidur, dan bangunlah lebih pagi untuk melakukan olahraga.


Kenali Gejala Kanker Payudara

Kanker payudara menjadi salah satu penyebab kematian utama saat ini. Sel ganas yang tumbuh pada jaringan payudara merupakan cikal bakal kanker payudara. Pada umumnya jaringan payudara yang terkena kanker diawali dengan tumbuhnya benjolan. Bagi wanita harus menyadari akan benjolan yang timbul di area payudara. Berikut ini informasi selengkapnya.

Hasil gambar untuk kanker payudara

Ciri-ciri Benjolan Kanker Payudara

Letak benjolan kanker payudara sering ditemukan pada bagian luar atas yaitu disekitar area lengan dan ketiak. Ciri-ciri kanker payudara pada awalnya dapat dirasakan dengan adanya benjolan dan rasa nyeri. Hal ini dapat dirasakan seperti berikut :
  1. Ketika diraba, pada payudara terasa ada benjolan
  2. Benjolan yang disebabkan karena pertumbuhan sel kanker payudara akan terasa keras dan juga padat ketika diraba serta ada pula yang menimbulkan rasa gatal namun ada yang sama sekali tidak menimbulkan rasa gatal.
  3. Akan terjadi perubahan yang signifikan terhadap bentuk serta ukuran payudara.
  4. Di bagian sekitar puting susu akan adanya luka yang sukar untuk sembuh, puting akan tertarik ke dalam, yang menimbulkan rasa gatal disebabkan karena terjadinya penebalan kulit.
  5. Keluarnya darah atau nanah yang berwarna kekuningan dari puting susu
  6. Pada kulit payudara mulai terjadi perubahan, yaitu kulit akan berkerut dan warnanya cenderung kemerahan ataupun berubah menjadi keriput seiring semakin banyaknya sel kanker payudara yang telah menyebar (seperti kulit jeruk purut)
  7. Akan terasa nyeri pada bagian tulang, terjadinya penurunan berat badan dan pembengkakan pada bagian lengan. Yang menandakan bahwa kanker sudah menyebar
Cara mendeteksi benjolan
  • Cara yang paling memungkinkan untuk dilakukan sendiri adalah dengan menggunakan cara SADARI (Periksa Payudara Sendiri). Lakukan pemeriksaan terhadap payudara setiap bulan yaitu diwaktu setelah datang bulan (haid). Namun untuk mereka yang telah masuk fase menopause, dilakukan pemeriksaan setiap tanggal yang sama perbulannya.
  • Pemeriksaan klinis payudara oleh dokter, bidan ataupun medis lainnya
Cara mengenali rasa nyeri akibat kanker payudara
  • Nyeri yang terjadi pada penderita kanker payudara berbeda dengan rasa nyeri terhadap mereka yang sedang datang bulan (haid)
  • Rasa nyeri itu akan terjadi secara terus-menerus dan tidak kunjung mereda
  • Nyeri yang ditimbulkan karena wanita telah memasuki masa menopause
  • Hal ini biasanya terjadi saat kanker payudara stadium 2
Tidak Semua Benjolan Pada Payudara adalah Kanker

Banyak wanita yang sering merasakan sakit pada payudaranya dan mendapati benjolan pada payudara. Benjolan yang ada pada payudara bisa berupa kanker atau bukanlah kanker. Tidak semua benjolan pada payudara merupakan benjolan karena adanya sel kanker. Namun bisa juga benjolan pada payudara disebabkan karena perubahan jinak kista atau pun karena faktor lainnya.


Berikut karakteristik benjolan yang mengarah ke kanker
  • Benjolan keras
  • Benjolan tidak diskrit; tidak mudah dibedakan
  • Benjolan tetap di satu daerah payudara; tidak bergerak
  • Hanya ada satu benjolan
  • Tidak ada benjolan di bagian payudara lain (hanya benjolan tersebut)
  • Disertai Kulit payudara berlesung pipit
  • Benjolan disertai dengan berdarah puting debit
Berikut benjolan yang kemungkinan kecil kanker payudara

  • Benjolan lembut
  • Benjolan diskrit; mudah dibedakan
  • Benjolan bergerak di payudara
  • Ada beberapa benjolan payudara
  • Ada benjolan di payudara sebelahnya
  • Benjolan menghilang setelah siklus menstruasi

Kenali Gejala Hepatitis C

HEPATITIS C adalah infeksi virus yang bisa mengakibatkan kerusakan hati dan berakhir dengan sirosis dan kanker hati. Infeksi hepatitis C sering disebut sebagai penyakit terselubung tapi mematikan, karena hampir tidak bergejala.

Hasil gambar untuk hepatitis c

Dikatakan , meski penularan secara ventikal rendah, namun kesembuhan spontan dan hepatitis c cukup rendah yakni hanya 5-10%. Meski demikian respon terapi hepatitis B Iebih baik dibanding hepatitis C yang mencapai kesembuhan 70-80%.

Gejala Hepatitis C

Sering kali orang yang menderita Hepatitis C tidak menunjukkan gejala, walaupun infeksi telah terjadi bertahun-tahun Iamanya. Namun pada sebagian orang mungkin juga dapat muncul beberapa gejala yang meliputi;
  • Lelah,
  • Hilang selera makan,
  • Sakit perut,
  • Urin menjadi gelap,
  • Kulit atau mata menjadi kuning (disebut”jaundice”) jarang terjadi.
Dalam beberapa kasus,Hepatitis C dapat menyebabkan peningkatan enzim tertentu pada hati, yang dapat dideteksi pada tes darah rutin. Walaupun demikian, beberapa penderita Hepatitis C kronis mengalami kadar enzim hati fluktuasi ataupun normal.
Meskipun demikian, sangat perlu untuk melakukan tes jika anda pikir anda memiliki resiko terjangkit Hepatitis C atau jika anda pernah berhubungan dengan orang atau benda yang terkontaminasi.
Diagnosis infeksi hepatitis C dapat dilaku kan melalui pemeriksaan biokimia, serologi, virology, dan histology.

PENULARAN HEPATITIS C

Penularan Hepatitis C biasanya meIalui kontak Iangsung dengan darah atau cairan tubuh lainnya dan jarum atau alat tajam lainnya yang terkontaminasi. Dalam kegiatan sehari-hari banyak resiko terinfeksi Hepatitis C seperti berdarah karena terpotong atau mimisan, atau darah menstruasi.
Perlengkapan pribadi yang terkena kontak oleh penderita dapat menularkan virus Hepatitis C (seperti sikat gigi, alat cukur atau alat manicure). Resiko terinfeksi Hepatitis C melalui hubungan seksual lebih tinggi pada orang yang mempunyai Iebih dan satu pasangan.

Penularan Hepatitis C jarang terjadi dan ibu yang terinfeksi Hepatitis C ke bayi yang baru lahir atau anggota keluarga Iainnya. Walaupun demikian,jika sang ibu juga penderita HIV positif, resiko menularkan Hepatitis C sangat lebih memungkinkan. Menyusui tidak menularkan Hepatitis C.
Jika anda penderita Hepatitis C, anda tidak dapat menularkan Hepatitis C ke orang lain melalui pelukan, jabat tangan, bersin, batuk, berbagi alat makan dan minum, kontak biasa, atau kontak lainnya yang tidak terpapar oleh darah. Seorang yang terinfeksi Hepatitis C dapat menularkan ke orang lain 2 minggu setelah terinfeksi pada dirinya.

PENGOBATAN HEPATITIS C

Terdapat beberapa jenis obat yang dapat diberikan sebagai terapi hepatitis c virus, diantaranya; interferon, yang diberikan secara injeksi 3 kali dalam seminggu. Selain itu dapat juga diberikan pegylated interveron, yang diberikan sejara injeksi satu kali seminggu. Dan juga ribavirin yang merupakan tablet minum harlan dengan dosis 800-1200 mg.

DISKRIMINASI PENDERITA HEPATITIS C


Banyak penderita hepatitis terutama pasien hepatitis B dan C yang mengalami diskriminasi. Karena tak bergejala, hepatitis baru diketahui saat pemeriksaan medis saat hendak memasuki pekerjaan baru. Masalahnya, hepatitis kronik sering kali menjadi alasan penolakan.