Senin, 26 September 2016

Kenali Gejala Hepatitis C

HEPATITIS C adalah infeksi virus yang bisa mengakibatkan kerusakan hati dan berakhir dengan sirosis dan kanker hati. Infeksi hepatitis C sering disebut sebagai penyakit terselubung tapi mematikan, karena hampir tidak bergejala.

Hasil gambar untuk hepatitis c

Dikatakan , meski penularan secara ventikal rendah, namun kesembuhan spontan dan hepatitis c cukup rendah yakni hanya 5-10%. Meski demikian respon terapi hepatitis B Iebih baik dibanding hepatitis C yang mencapai kesembuhan 70-80%.

Gejala Hepatitis C

Sering kali orang yang menderita Hepatitis C tidak menunjukkan gejala, walaupun infeksi telah terjadi bertahun-tahun Iamanya. Namun pada sebagian orang mungkin juga dapat muncul beberapa gejala yang meliputi;
  • Lelah,
  • Hilang selera makan,
  • Sakit perut,
  • Urin menjadi gelap,
  • Kulit atau mata menjadi kuning (disebut”jaundice”) jarang terjadi.
Dalam beberapa kasus,Hepatitis C dapat menyebabkan peningkatan enzim tertentu pada hati, yang dapat dideteksi pada tes darah rutin. Walaupun demikian, beberapa penderita Hepatitis C kronis mengalami kadar enzim hati fluktuasi ataupun normal.
Meskipun demikian, sangat perlu untuk melakukan tes jika anda pikir anda memiliki resiko terjangkit Hepatitis C atau jika anda pernah berhubungan dengan orang atau benda yang terkontaminasi.
Diagnosis infeksi hepatitis C dapat dilaku kan melalui pemeriksaan biokimia, serologi, virology, dan histology.

PENULARAN HEPATITIS C

Penularan Hepatitis C biasanya meIalui kontak Iangsung dengan darah atau cairan tubuh lainnya dan jarum atau alat tajam lainnya yang terkontaminasi. Dalam kegiatan sehari-hari banyak resiko terinfeksi Hepatitis C seperti berdarah karena terpotong atau mimisan, atau darah menstruasi.
Perlengkapan pribadi yang terkena kontak oleh penderita dapat menularkan virus Hepatitis C (seperti sikat gigi, alat cukur atau alat manicure). Resiko terinfeksi Hepatitis C melalui hubungan seksual lebih tinggi pada orang yang mempunyai Iebih dan satu pasangan.

Penularan Hepatitis C jarang terjadi dan ibu yang terinfeksi Hepatitis C ke bayi yang baru lahir atau anggota keluarga Iainnya. Walaupun demikian,jika sang ibu juga penderita HIV positif, resiko menularkan Hepatitis C sangat lebih memungkinkan. Menyusui tidak menularkan Hepatitis C.
Jika anda penderita Hepatitis C, anda tidak dapat menularkan Hepatitis C ke orang lain melalui pelukan, jabat tangan, bersin, batuk, berbagi alat makan dan minum, kontak biasa, atau kontak lainnya yang tidak terpapar oleh darah. Seorang yang terinfeksi Hepatitis C dapat menularkan ke orang lain 2 minggu setelah terinfeksi pada dirinya.

PENGOBATAN HEPATITIS C

Terdapat beberapa jenis obat yang dapat diberikan sebagai terapi hepatitis c virus, diantaranya; interferon, yang diberikan secara injeksi 3 kali dalam seminggu. Selain itu dapat juga diberikan pegylated interveron, yang diberikan sejara injeksi satu kali seminggu. Dan juga ribavirin yang merupakan tablet minum harlan dengan dosis 800-1200 mg.

DISKRIMINASI PENDERITA HEPATITIS C


Banyak penderita hepatitis terutama pasien hepatitis B dan C yang mengalami diskriminasi. Karena tak bergejala, hepatitis baru diketahui saat pemeriksaan medis saat hendak memasuki pekerjaan baru. Masalahnya, hepatitis kronik sering kali menjadi alasan penolakan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar